Senin, 08 November 2010

STERILISASI DAN PENGENALAN ALAT


BAB I
PENDAHULUAN
A.    TINJAUAN PUSTAKA

A.    Sterilisasi

Sterilisasi adalah proses pembebasan alat dan bahan dari suatu mikroorganisme (bakteri, jamur, virus dll) dengan tujuan agar tidak terkontaminasi. Sterilisasi dapat dilakukan secara mekanik (penyaringan), fisik (pemanasan dan iradiasi sinar UV) maupun secara kimia (pemberian desinfektan) tergantung dari alat atau bahan yang akan disterilisasi.

1.         Sterilisasi kering
Sterilisasi yang digunakan untuk alat atau bahan yang tahan terhadap pemanasan.
a.       Api
Sterilisasi menggunakan api dilakukan dengan cara melayangkan alat di atas nyala api sampai merah (alat tertentu), disebut juga pemanasan langsung. Khusus jarum inakulasi dan pinset, setelah dipijarkan atau dipanaskan di atas api selanjutnya didinginkan dalam larutan alcohol 70 % kemudian dibakar kembali untuk menghilangkan sisa alkoholnya.
b.      Sterilisasi dengan udara panas
Sterilisasi dengan cara ini menggunakan oven dengan prinsip mengalirikan udara kering 160o selama 2 jam. Sterilisasi ini biasanya digunakan untuk mensterilkan alat-alat gelas.

2.         Sterilisasi basah
Sterilisasi yang digunakan untuk alat atau media yang tidak pemanasan. Alat yang digunakan pada sterilisasi jenis ini adalah autoklaf. Prinsip sterilisai basah adalah mengalirkan uap air panas 121o.

3.         Sterilisasi dengan desinfektan
Desinfektan adalah suatu bahan kimia, biasanya berupa larutan yang mempunyai sifat membunuh sel vegetative mikroorganisme, tetapi tidak membunuh endospora. Contoh : H2O2, HgCl 2 1%, Formalin 1% dan methanol 50%. Tetapi yang umumnya sering digunakan adalah alcohol.





B.     Peralatan Mikrobiologi

Peralatan yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi antara lain :

1.      Spektrofotometer
Spektrofotometer adalah alat untuk mengukur densitas atau kerapatan suatu cairan, tetapi dalam hal ini dikhususkan untuk sel bakteri. Prinsip kerja berdasarkan prosentase transmisi dari suatu suspense yang akan diukur pada panjang gelombang tertentu.

2.      Tongkat atau spatel drugalsky
Alat ini digunakan untuk menghomogenkan suatu mikroorganisme.

3.      Incubator
Incubator adalat alat untuk menginkubasi atau menyimpan atau memelihara atau mengembangbiakan mikroorganisme. Suhu yang diperlukan untuk pertumbuhan mikroorganisme adalah 37oC, sedangkan waktu yang diperlukan tergantung dengan kebutuhan untuk mencapai pertumbuhan optimum dari suatu mikroorganisme. Mikroorganisme yang telah diinkubasi, disimpan di kulkas supaya kerapatannya memenuhi syarat. Nilai transmitan bakteri adalah 25%.

4.      Oven
Oven digunakan untuk sterilisasi alat-alat gelas, seperti cawan petri, tabung biakan, pipet volume, dll. Suhu yang digunakan sekitar 160OC selama kurang lebih 2 jam. Berbeda dari inkubasi yang suhunya selalu tetap. Jika oven suhunya tidak tetap karena kita harus menaik turunkan suhu. Sebelum mensterilkan alat dalam oven, kita harus menaikkan suhu dari 0oC s.d 160oC (± 2 jam) baru kita mulai menghitung waktu sterilisasi. Setelah 2 jam, turunkan kembali suhu menjadi 30oC (± 2 jam). Setelah itu kita baru boleh mengeluarkan alat-alat yang tadi disterilisasi. Total waktu yang diperlukan adalah 6 jam.

5.      Autoklaf
Autoklaf adalah peralatan sterilisasi basah, digunakan untuk mensterilisasi medium / reagen / larutan kimia yang tahan terhadap suhu dan tekanan tinggi, yaitu 121oC 2 atm selama 15-20 menit. Keuntungan autoklaf yaitu dapat membunuh seluruh mikroorganisme dengan cepat, dapat membunuh virusdan tidak ada absorbs seperti pada penggunaan filter. Kerugiannya yaitu dapat menurunkan pH. Prinsip kerjanya yaitu pemanasan dengan uap air panas bertekanan tinggi.

6.      Laminar air flow
Laminar air flow adalah ruangan steril yang digunakan untuk memindahkan atau mensubculture biakan mikroorganisme. Sebelum digunakan, ruangan / alat disterilisasi dahulu dengan alcohol 70% ddan dibersihkan kembali dengan lap.

7.      Peralatan transfer
Ada 2, yaitu jarum tanam tajam dan jarum ose. Jarum tanam tajam digunakan untuk mengambil / mentransfer jamur / kapang, sedangkan jarum ose untuk mengambil / mentransfer bakteri atau khamir. Sebelum dan sesudah digunakan digunakan, keduanya harus dipanaskan sampai membara di atas nyala api untuk menghancurkan semua bentuk kehidupan pada permukaan jarum.

8.      Mikropipet dan tip
Mikropipet adalah alat untuk memindahkan cairan yang volumenya cukup kecil (≤ 1000 ┬Ál). Dalam pemakaiannya, mikropipet memerlukan tip.

9.      Cawan petri (petri dish)
Cawan petri digunakan untuk membiakkan (kultivasi) mikroorganisme. Medium dapat dituang ke cawan bagian bawah dan cawan bagian atas sebagai penutup.

10.  Tabung reaksi
Tabung reaksi digunakan dalam mikroblogi untuk uji-uji biokimiawi dan menumbuhkan mikroba. Tutup tabung reaksi dapat berupa kapas, tutup metal, tutup plastic atau aluminium foil.

11.  Erlenmeyer
Erlenmeyer berfungsi untuk menampung larutan, bahan atau cairan yang akan digunakan. Labu Erlenmeyer digunakan untuk meracik dan menghomogenkan bahan-bahan komposisi media, menampung aqua dest, kultivasi mikroba dalam kultur cair, dll.

12.  Beker glass
Beker glass dalam mikrobiologi digunakan untuk preparasi media, menampung aqua dest, dll.

13.  Tabung durham
Tabung durham digunakan untuk menampung atau menjebak gas yang terbentuk akibat metabolism pada bakteri yang diujikan.
14.  Pembakar Bunsen (Bunsen burner)
Pembakar bunsen merupakan salah satu salat yang menciptakan kondisi steril.

15.  Pinset
Pinset digunakan salah satunya untuk mengambil benda dengan menjepit, missal saat memindahkan cakram antibiotic.

16.  Pipet filer atau rubber bulp
Filler digunakan untuk menyedot larutan yang dapat dipasang pada pangkal pipet ukur. Karet sebagai bahan filler merupakan karet yang resisten bahan kimia.

17.  Kaca silinder
Kaca silinder digunakan pada penetapan potensi suatu antibiotika. Berfungsi sebagai tempat sampel uji suatu larutan antibiotika.

18.  Colony counter
Colony counter digunakan untuk menghitung jumlah koloni bakteri atau jamur menggunakan sinar dan luv (kaca pembesar).


B.      MAKSUD dan TUJUAN

Praktikum Mikrobiologi - Virologi kali ini membahas tentang sterilisasi dan peralatan mikrobiologi. Tujuan dari praktikum ini adalah mengetahui nama, fungsi, cara pakai alat-alat yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi-virologi, serta mengetahui cara-cara sterilisasi.










BAB II
METODOLOGI PRAKTIKUM
Berbagai prosedur umum kerja dalam mikrobiologi yang membutuhkan teknik
Desinfeksi meja kerja
clip_image002

clip_image004
clip_image010clip_image006
clip_image008
Cara membungkus pipet :
1.        Siapkan kertas yellow page, lalu lipat bagi 3 bagian.
2.        Kemudian robek dan ambil 2 bagian kertas tsb.
3.         Lipat salah satu ujung (kiri) kertas yellow page.
      
4.        Lipat sebelah ujung yang sebelumnya telah dilipat (kanan).
5.        Gulung kertas tsb ke arah bawah (kiri).
    
6.        Jika sudah hampir mendekati batas setengah bagian dari kertas, sisipkan kertas yang lain, lalu lanjutkan gulung sampai selesai.
7.        Setelah selesai menggulung, diberi label yang dituliskan ukuran dari pipet tsb
                   
Cara membungkus cawan petri :
Di bawah ini adalah cara membungkus cawan petri :
1.      Lipat  sebagian ujung atas kertas yellow page.

2.      Lipat kertas menghadap arah kita

3.      Setengah dari lipatan kertas, dilipat ke arah sebaliknya.
4.      Lipat kertas sekali lagi ke arah yang sama.
5.      Lipat bagian kanan  dan kiri membentuk seperti segitiga.



6.      Lipat kertas ke arah belakang.
7.      Cawan siap digunakan atau siap disterilisasi.



















BAB III
HASIL dan PEMBAHASAN
Sterilisasi yaitu proses atau kegiatan membebaskan suatu bahan atau benda dari semua bentuk kehidupan. Sterilisasi merupakan salah satu faktor utama dalam fermentasi. Kita tentu mengharapkan tidak terjadi kontaminasi di mana mikroorganisme yang tidak diinginkan tumbuh dan mengganggu proses fermentasi. Teknik sterilisasi berbeda-beda tergantung pada jenis material. Bagian pertama akan menjelaskan secara singkat dan sederhana bagaiman sterilisasi cairan dan padatan.
 Pada prinsipnya sterilisasi dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu secara mekanik, fisik dan kimiawi.
·         Sterilisai secara mekanik (filtrasi)
Yaitu menggunakan suatu saringan yang berpori sangat kecil (0.22 mikron atau 0.45 mikron) sehingga mikroba tertahan pada saringan tersebut. Proses ini ditujukan untuk sterilisasi bahan yang peka panas, misal nya larutan enzim dan antibiotik. Sterilisasi dengan penyaringan dilakukan untuk mensterilisasi cairan yagn mudah rusak jika terkena panas atu mudah menguap (volatile). Cairan yang disterilisasi dilewatkan ke suatu saringan (ditekan dengan gaya sentrifugasi atau pompa vakum) yang berpori dengan diameter yang cukup kecil untuk menyaring bakteri. Virus tidak akan tersaring dengan metode ini.
Sterilisasi dengan penyaringan dapat dilakukan dengan berbagai cara :
· Non-disposable filtration apparatus
· Disposable filtration unit dengan botol penyimpan
- Ditekan dengan gaya setrifugasi


2. Sterilisasi secara fisik dapat dilakukan dengan pemanasan & penyinaran.
· Pemanasan
a.    Pemijaran (dengan api langsung): membakar alat pada api secara langsung, contoh alat : jarum inokulum, pinset, batang L, dll.
b.    Panas kering: sterilisasi dengan oven kira-kira 60-1800C. Sterilisasi panas kering cocok untuk alat yang terbuat dari kaca misalnya erlenmeyer, tabung reaksi dll.
c.    Uap air panas: konsep ini mirip dengan mengukus. Bahan yang mengandung air lebih tepat menggungakan metode ini supaya tidak terjadi dehidrasi.
d.    Uap air panas bertekanan : menggunakan autoklaf
Prinsip cara kerja autoklaf
Autoklaf adalah alat untuk memsterilkan berbagai macam alat & bahan yang menggunakan tekanan 15 psi (2 atm) dan suhu 1210C. Untuk cara kerja penggunaan autoklaf telah disampaikan di depan. Suhu dan tekanan tinggi yang diberikan kepada alat dan media yang disterilisasi memberikan kekuatan yang lebih besar untuk membunuh sel dibanding dengan udara panas. Biasanya untuk mesterilkan media digunakan suhu 1210C dan tekanan 15 lb/in2 (SI = 103,4 Kpa) selama 15 menit.
Alasan digunakan suhu 1210C atau 249,8 0F adalah karena air mendidih pada suhu tersebut jika digunakan tekanan 15 psi. Untuk tekanan 0 psi pada ketinggian di permukaan laut (sea level) air mendidih pada suhu 1000C, sedangkan untuk autoklaf yang diletakkan di ketinggian sama, menggunakan tekanan 15 psi maka air akan memdididh pada suhu 1210C. Ingat kejadian ini hanya berlaku untuk sea level, jika dilaboratorium terletak pada ketinggian tertentu, maka pengaturan tekanan perlu disetting ulang. Misalnya autoklaf diletakkan pada ketinggian 2700 kaki dpl, maka tekanan dinaikkan menjadi 20 psi supaya tercapai suhu 1210C untuk mendidihkan air. Semua bentuk kehidupan akan mati jika dididihkan pada suhu 1210C dan tekanan 15 psi selama 15 menit.

clip_image012Pada saat sumber panas dinyalakan, air dalam autoklaf lama kelamaan akan mendidih dan uap air yang terbentuk mendesak udara yang mengisi autoklaf. Setelah semua udara dalam autoklaf diganti dengan uap air, katup uap/udara ditutup sehingga tekanan udara dalam autoklaf naik. Pada saat tercapai tekanan dan suhu yang sesuai., maka proses sterilisasi dimulai dan timer mulai menghitung waktu mundur. Setelah proses sterilisasi selesai, sumber panas dimatikan dan tekanan dibiarkan turun perlahan hingga mencapai 0 psi. Autoklaf tidak boleh dibuka sebelum tekanan mencapai 0 psi.
Untuk mendeteksi bahwa autoklaf bekerja dengan sempurna dapat digunakan mikroba pengguji yang bersifat termofilik dan memiliki endospora yaitu Bacillus stearothermophillus, lazimnya mikroba ini tersedia secara komersial dalam bentuk spore strip. Kertas spore strip ini dimasukkan dalam autoklaf dan disterilkan. Setelah proses sterilisai lalu ditumbuhkan pada media. Jika media tetap bening maka menunjukkan autoklaf telah bekerja dengan baik.
Beberapa media atau bahan yang tidak disterilkan dengan autoklaf adalah :
- Bahan tidak tahan panas seperti serum, vitamin, antibiotik, dan enzim
- Paelarut organik, seperti fenol
- Buffer engan kandungan detergen, seperti SDS
Untuk mencegah terjadinya presipitasi, pencoklatan (media menjadi coklat) dan hancurnya substrat dapat dilakukan pencegahan sbb :
- Glukosa disterilkan terpisah dengan asam amino (peptone) atau senyawa fosfat
- Senyawa fosfat disterilkan terpisah dengan asam amino (peptone) atau senyawa garam mineral lain.
- Senyawa garam mineral disterilkan terpisah dengan agar
- Media yang memiliki pH > 7,5 jangan disterilkan dengan autoklaf
- Jangan mensterilisasi larutan agar dengan pH < 6,0
Erlenmeyer hanya boleh diisi media maksimum ¾ dari total volumenya, sisa ruang dibirkan kosong. Jika mensterilkan media 1L yang ditampung pada erlenmeyer 2L maka sterilisasi diatur dengan waktu 30 menit.
· Penyinaran dengan UV
Sinar Ultra Violet juga dapat digunakan untuk proses sterilisasi, misalnya untuk membunuh mikroba yang menempel pada permukaan interior Safety Cabinet dengan disinari lampu UV.
3. Sterilisaisi secara kimiawi biasanya menggunakan senyawa desinfektan antara lain alkohol.











BAB IV
KESIMPULAN

                        Semua peralatan dan medium harus dalam keadaan steril agar bebas dari mikroorganisme asing seperti sterilisasi yang dilakukan baik secara mekanik, fisika, maupun kimia. Tergantung juga pada alat dan bahan yang digunakan.

Jika akan mensterilisasikan medium di autoklaf, ernenmeye tempat menyimpan medium harus ditutup dengan kapas dan kertas karena mencegah uap air masuk dalam Erlenmeyer, mencegah terjadinya kontaminasi langsung dengan medium dan pada saat terjadi  penguapan sempurna, kapas dan kertas yang menyumbat uap gas akan mudah melepaskan uap ke udara karena tekanan dari dalam dilepaskan.

Autoklaf digunakan sebagai alat sterilisasi uap dengan tekanan tinggi. Penggunaan autoklaf untuk sterilisasi, tutupnya jangan diletakkan sembarangan dan dibuka-buka karena isi botol atau tempat medium akan meluap dan hanya boleh dibuka ketika manometer menunjukkan angka 0 serta dilakukan pendinginan sedikit demi sedikit. Medium yang mengandung vitamin, gelatin atau gula, maka setelah sterilisasi medium harus segera didinginkan. Cara ini untuk menghindari zat tersebut terurai. Medium dapat langsung disimpan di lemasi es jika medium sudah dapat dipastikan steril

Proses aseptis adalah proses pengolahan produk steril tanpa proses sterilisasi akhir pada produk.
Saran-saran kerja aseptis :
1. Sebelum membuka ruangan atau bagian steril di dalam tabung/cawan/erlenmeyer sebaiknya bagian mulut (bagian yang memungkinkan kontaminan masuk) dibakar/dilewatkan api terlebih dahulu.
2. Pinset, batang L, dll dapat disemprot dengan alkohol terlebih dahulu lalu dibakar.
3. Ujung jarum inokulum yang sudah dipijarkan harus ditunggu dingin dahulu atau dapat ditempelkan tutup cawan bagian dalam untuk mempercepat transfer panas yang terjadi.
4. Usahakan bagian alat yang diharapkan dalam kondisi steril didekatkan ke bagian api.
5. Jika kerja di Safety Cabinet tidak perlu memakai pembakar bunsen tetapi jika di luar Safety Cabinet maka semakin banyak sumber api maka semakin terjamin kondisi aseptisnya


DAFTAR PUSTAKA

Dwidjoseputro, D. 1994. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Djambatan, Jakarta.
http://ekmon-saurus.blogspot.com/2008/11/bab-3-sterilisasi.html



































LAMPIRAN

                                
  Gambar 1 : cawan petri              Gambar 2 : lampu spiritus              Gambar 3 : pipet
                           
Gambar 4 : spektrofotometer                              Gambar 5 : jarum tanam tajam, jarum inakulasi,
    dan Tongkat atau spatel drugalsky
                    
Gambar 6 : laminar air flow                                        gambar 7 : oven
Gambar 8 : autoklaf

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar